Sunday, October 27, 2013

Kirab Pernikahan Agung Kerato Yogyakarta



-

Sekitar empat jam sebelum kirab pengantin KPH Yudanegara dan GKR Bendara berlangsung, suasana jalur kirab yang dimulai dari Kraton Yogyakarta hingga Bangsal Kepatihan dipadati ribuan warga, Selasa (18/10) sore. Dari anak-anak yang digendong hingga orang tua, mereka menjadi saksi Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta.

Pasangan pengantin Kraton Yogyakarta, KPH Yudanegara (kanan) dan GKR Bendara menyapa warga masyarakat yang tumpah ruah di sepanjang jalan Malioboro menyaksikan Kirab Pengantin Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta, Selasa (18/10)

Hampir tidak ada ruang kosong untuk beringsut  sekalipun karena kedua sisi Jalan Maliboro  sudah dipenuhi massa. Warga pun tidak hanya memadati jalan, bahkan beberapa warga harus memanjat pohon, menara, balkon atau atap gedung untuk melihat kirab pengantin. Saat kirab berangkat pukul 16.00 WIB dari Kebenan Kraton Yogyakarta, berdasarkan pantau Jogjanews.com, jalur yang seharusnya dilalui kirab bahkan diisi ribuan warga sehingga beberapa petugas polisi dan panitia menghalau dan meminta para warga untuk tidak memenuhi jalur kirab. Desak-desakan pun tidak terhindari. Jalur Kirab tersebut berawal dari Keben Kraton, ke utara melewati sisi barat Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta, Kantor Pos Besar, Jalan Malioboro dan berakhir di Bangsal Kepatihan. Kirab dimulai dengan munculnya grup kesenian Topeng Ireng asal Boyolali dan kesenian Likurani yang ditampilkan warga Nusa Tenggara Timur yang menempuh studi di Jogja. Setelah penampilan kesenian tersebut, GKR Hemas bersama keluarga seperti GKR Pembayun menggunakan mobil berplat B 10 GKR. Sedangkan Sri Sultan Hamengkubuwono X tiba di Bangsal 

Kepatihan setelah rombongan pengantin tiba. Jarak waktu antara penampilan kesenian dengan iring-iringan kedua mempelai terasa lama. Terlihat dari sebagian warga yang duduk dan memadati kembali di tengah jalan atau jalur kirab. Suasana meriah dan teriakan warga kembali bergerumuh saat yang ditunggu-tunggu tiba. Kirab Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta GKR Bendara dengan KPH diawali barisan Bregodo Wirobrojo dan Bregodo Ketanggung. Kemudian lima kereta menyusul yaitu kereta Kyai Rata Ijem yang dinaiki utusan Ndalem. Pengantin berada di urutan kedua menaiki kereta Kyai Jong Wiyat. Kereta Kyai Rata Biru di urutan ketiga membawa keluarga pengantin putri. Selanjutnya, di urutan keempat kereta landauer yang dinaiki keluarga besan. Kereta terakhir yaitu Kereta Permili membawa penari Beksan Bedaya 

Pengantin yang disusul enam pasukan berkuda yang membawa penari Beksan Lawuh Ageng. Kereta Jong Wiyat yang membawa KPH Yudanegara dan GKR Bendara tersebut berjalan cukup pelan dan sempat berhenti sesaat. Kedua pasangan mengenakan baju pengantin warna merah agak tua memberikan lambaian tangan kepada warga dan sebaliknya. Bahkan kamera ponsel dan kamera saku berebutan untuk menangkap gambar mereka. Kirab pernikahan agung Kraton Yogyakarta yang berlangsung meriah ini berakhir di Bangsal Kepatihan pukul 17.30 WIB.  Menurut salah satu abdi dalem saat ditemui Jogjanews.com, kirab pengantin ini diluar perkiraannya karena disaksikan masyarakat yang banyak sekali. “Sangat ramai sekali dan antusias tinggi, warga banyak yang datang, ini berbeda saat kirab GKR Bendara dulu,” katanya usai mengarak kirab pengantin untuk kembali ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

No comments:

Post a Comment