Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts

Wednesday, February 26, 2014

Buku "Mengapa Kita Berkonflik?" Masuk Perpustakaan Leiden



BUKU terbitan Indepth Publishing "Mengapa Kita Berkonflik?" yang ditulis para akademisi, peneliti, jurnalis, pemuka agama, dan aktivis LSM di Lampung, sudah masuk dan dapat dibaca di Perpustakaan KITLV Leiden Belanda.

Managing Director Indepth Publishing Tri Purna Jaya di Bandarlampung, Rabu (12/2), mengatakan bahwa pihaknya berusaha mendistribusikan buku-buku terbitan Indepth ke perpustakaan-perpustakaan ternama di dunia.


"Selain ke KILTV Leiden di Belanda, kami juga meminta bantuan penulis-penulis yang tengah menempuh studi di luar negeri agar dapat memasukan buku-buku itu ke perpustakaan di tempat mereka menempuh studi, seperti di Jepang, Prancis, Malaysia, dan berbagai negara lainnya," katanya.

Monday, November 11, 2013

(Buku) Mendekati Tulangbawang Dari Sisi Budaya



Data Buku:
Kearifan Lokal dalam Pembangunan Daerah
Agus Mardihartono
Indepth Publishing, Bandar Lampung
I, September 2013
xvii + 141 hlm.
TULANGBAWANG adalah salah satu kerajaan tua di Indonesia. Catatan China kuno menyebutkan pada abad IV seorang peziarah agama Buddha, Fa-Hien, pernah singgah di kerajaan yang makmur dan berjaya, To-Lang P?o-Hwang (Tulangbawang) di pedalaman Chryse (Pulau Emas Sumatera). Pemebentukan Kabupaten Tulangbawang diawali dari rencana sesepuh dan tokoh masyarakat bersama pemerintah sejak 1972 untuk mengembangkan Provinsi Lampung menjadi 10 kabupaten/kota. Akhirnya, Kabupaten Tulangbawang lahir dan diresmikannya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 20 Maret 1997.

Buku ini memberikan banyak pengetahuan bagaimana sebuah kearifan lokal bisa dioptimalkan bagi kemajuan daerah. Kearifan lokal hendaknya dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan pembangunan pada level lokal di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, pengelolaan sumber daya alam, dan kegiatan masyarakat perdesaan. Pembangunan yang tepat tidak pernah akan menghilangkan adat istiadat maupun kearifan lokal suatu daerah.