Thursday, September 29, 2011

Bandara Seray di Lambar Diujicoba



KRUI (Lampost.com): Bandara Seray yang terletak di Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) diujicoba, Rabu (28-9). Pendaratan yang menggunakan pesawat Susi Air berlangsung lancar. Pesawat Susi Air mendarat perdana tepat pukul 11.25 dan kedua mendarat sekitar pukul 13.00.

Pendaratan perdana ini menyita perhatian sekitar seribuan warga Pesisir Tengah yang berbondong-bondong mendatangi lokasi bandara.
Terik matahari yang menyengat tidak menyurutkan niat warga yang menunggu kedatangan pesawat yang ditumpangi anggota DPR RI Nazarudin Kiemas, Usmawarni Peter, Wakil Bupati Lambar Dimiati Amin, Oking Gandamiharja, Irvan Nuranda Jafar, dan beberapa penumpang lainnya di Pekon Seray. Sesaat setelah terlihat tanda-tanda pesawat akan mendarat, masyarakat yang awalnnya berada di sekitar lokasi dan di bawah taruf langsung berlarian menuju pinggir landasan pacu untuk menyaksikan dari dekat. Bahkan seruan petugas untuk menjauhi landasan pesawat seakan tidak dihiraukan pengunjung.
Bupati Lambar, Mukhlis Basri saat memberikan sambutan mengatakan setelah melalui proses panjang, mulai dari tahap perencanaan Lapter Seray tahun 2004, pembebasan lahan hingga rangkaian pembangunan, akhirnnya lapangan terbang (lapter) Seray secara resmi dilakukan ujicoba penerbangan menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Seray. "Setelah semua tahapan kita lakukan, akhirnnya tepat di usia kabupaten yang ke-20, Lambar memiliki lapangan terbang Seray," kata dia.
Pada prinsipnnya, jelas Mukhlis, Lapter Seray merupakan bandara navigasi dan mitigasi bencana, karena di Kabupaten Lambar terdapat patahan Semangko sehingga menjadi salah satu daerah rawan bencana. Kendati sebagai bandara navigasi dan mitigasi bencana tetapi Lapter Seray juga akan difungsikan sebagai penerbangan umum yang dapat menggeliatkan perekonomian masyarakat Lambar. Apalagi berbagai potensi wisata yang dimiliki Lambar yang prospektif dan kini menjadi salah satu daerah tujuan wisata bagi wisatawan asing. Sehingga hal ini memungkinkan untuk pengoperasian Lapter Seray sebagai bandara umum.
Saat ini, kata Mukhlis dari total luas lapter sekitar 50 hektare, yang telah dibangun antara lain; panjang landasan (runway) 974 x 23 meter, Apron 90 m X 80 m, Taxi Way 98 m X 18 m, gedung adminstrasi dan jalan akses bandara sepanjang 1.800 m X 25 m. "Ke depan kita akan terus-menerus melakukan pembangunan. Sehingga bandara ini dapat difungsikan untuk pendaratan pesawat Boing 737," ujar dia.
Senada disampaikan anggota DPR RI Nazaruddin Kiemas, meskipun Lambar memiliki berbagai potensi wisata, tetapi selama ini masih terisolasi dari transportasi udara. Untuk menjangaunnya dari Jakarta membutuhkan waktu cukup lama. Ia berharap dengan ujicoba penerbangan akan memudahkan transportasi antardaerah yang berdampak pada kesejahteraan rakyat. "53 tahun silam, saya tinggal di Krui, karena saya putra Krui dan masih berjalan kaki, sekarang sudah pesawat yang mendarat di sini," kata dia
Apalagi Lapter Seray juga diupayakan untuk penerbangan pesawat kargo dan penumpang, sehingga hasil alam Lambar dapat didistribusikan melalui udara serta menjadi transportasi alternatif kunjungan wisawatan ke Lambar. "Kami akan coba memperjuangkan supaya Komisi V DPR dapat mengalokasikan anggaran untuk meneruskan penambahan landasan pacu dan infrastruktur pendukung dari APBN, supaya kapasitasnnya sama dengan bandara yang lain," terang dia.
Di tempat sama wisatawan asing yang berkunjung ke Lambar Daniel melalui juru bicara Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat Guntur Panjaitan mengatakan, jika nantinnya Lapter Seray sudah dioperasikan untuk transportasi penumpang akan salah satu transportasi untuk wisatawan mengujungi wilayah Pesisir. Jika sudah dioperasikan, kami akan menginformasikan kepada wisatawan yang lain untuk berkunjung ke Lambar,” kata Guntur menirukan bahasa Daniel.(*/L-2)

No comments:

Post a Comment