Thursday, May 4, 2017

Prenong Angkon Muakhi Dengan Masyarakat Bulok


Lampos edisi Jumat 29 April 2017 dalam rubrik Ruwa Jurai memuat berita tentang aktivitas Buwai Prenong dari Warga Sekala Brak yaitu Angkon Muari dengan masyarakat Bulok Waylima Pringsewu. Mereka ini sudah puluhan tahunmenetap di Kecamatan Suwoh dan Bandar negeri Suwoh. Mereka melaksanakan acara Angkon Muari (angkat saudara) dengan  Keaksian Prenong Kelompok Paksi Pak Sekala Brak.

Sejatinya angkat muari ini adalah sesuatu yang asing lasgi bagi masyarakat adat Paksi Pak Sekala Brak yang terdiri dari (1) Buway Prenong, (2) Nyerupa, (3) Buway Bejalan di Way dan (4) Buwai Nyerupa. Sejak semula kebuayan ini memiliki daerah teritorial yang cukup jelas terdiri atas berapa Mekonan kelompok masyarakat.

Bila ada warga dari Kebuaian yang lain tinggal menetap di wilayah teritorial kebuaian yang lain dalam waktu yang lama dan seperti tak memiliki rencana untuk berpindah tempat tinggal di Kebuaian lainnya, biasanya yang bersangkutan melaksanakan angkon muari dengan Kebuaian setempat, dan bahkan diberikan kedudukan dan gelar keadatan yang terhormat kepada yang bersangkutan, sehingga yang bersangkutan dapat dilibatkan dalam berbagai aktivitas bah mekonan. (komunitas perkampungan) tampa canggung.

Demikian juga dengan angkon muari antara masyarakat komunitas kebuaian Prenong yang juga banyak tinggal di lingkungan komunitas kebuaian yang lain, adalah tak masalah angkon muari denganmasyarakada hal yang juga cukup unik dalam angkon muari ini, bahwa sekalipun telah diberikan gelar dan kedudukan di komunitas tertentu, tetapi jabatan dan gelar keadatan ditempat asal tidaklah harus dilepas, tak menjadihalangan tetap melaksanakan tugasnya dan fungsi keadatan di tempat asal.

Saturday, April 15, 2017

Berharap Banyak Kepada Koperasi Syari'ah 212 Di Lampung



Terbaca berita di koran daerah Radar Lampung edisi Sabtu 15 April 2017 halaman 17 dalam rubrik berita.  Dengan judul berita Bangun Ekonomi Ummat  Koperasi Syari'ah  212  Rambah Lampung. Diberitakan bahwa Koperasi tersebut didirikan oleh Alumni dan simpatisan Aksi 212  Dengan Struktur Penasehat doketuai oleh H. Mukhlis Solihin, Dewan Pembina diketuai oleh H. Ardiansyah. Dewan pPengawas Syari'ah diketuai oleh Ust Nasir Hasan. Ketua Umum Dr.H. Bukhori A. Shomad sedang Pengurus Harian diketuai oleh H.Sutrisno.  Ditambahkan bahwa mengharap partisipasi oleh seluruh ummat Islam  di Lampung,  dan bahkan dimana saja berada tentunya.

Sebagai anggota ummat Islam yang mengidamkan kebangkita ummat Islam utamanya utamanya kebangkitan ekonomi ummat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa memang mengalirnya uang di Indonesia dari berbagai pihak, tentu dengan berbagai iming iming kesejahteraan dan sebagainya, tetapi kenyataannya ummat sekarang semakin kejepit dan sulit membangun ekonominya, jangankan untuk membangun, untuk bertahanpun terasa sangat sulit, jangankan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, tidak di PHK oleh perusahaan.

Monday, March 27, 2017

Saksi Ahok Di Demo Di Kampung Halaman "Istri Ahmad Ishomuddin Menangis Suaminya Jadi Saksi Ahok"

 






LAMPUNG Isteri Ahmad Ishomuddin, Shally Widyasavitri mengaku sempat menangis saat suaminya menyampaikan niatnya menjadi saksi meringankan Ahok dalam kasus dugaan menista agama. Awalnya saya sempat menangis dan mem[ertanyakan keputusan suami saya, tetapi suami saya memberikan sejumlah penjelasan kepada saya, hingga akhirnya sayapun memutuskan untuk mendukung kepiutusannya ujar Shally. Keputusan Ahmad Ishomuddin menjadi saksi meringankan Ahok harus dibayar mahal. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) itu telah dipecat dari kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Selain itu, ratusan massa mendemo Ishomuddin di kampung halamannya di Lampung. Mereka mendesak agar dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung itu dipecat dan dilaporkan ke polisi.
Radar Lampung (Grup Jawa Pos/pojoksatu) melaporkan, ratusan massa berkumpul di Tugu Adipura, Bandarlampung, menyuarakan keberatan atas kehadiran Ishom –sapaan Ahmad Ishomuddin– dalam kapasitasnya sebagai saksi ahli kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.Amir Faisal Sanjaya, koordinator lapangan aksi, menjelaskan, Ishom dianggap turut memberi imbas negatif kepada masyarakat Lampung.
Demi menghindari praduga dan prasangka yang lebih buruk lagi, pada aksi itu terlontar sejumlah sikap tuntutan. Tuntutan yang berulang-ulang terdengar dalam orasi adalah agar Ishom diproses secara hukum.“Kami meminta kepada pihak kepolisian, apabila ada unsur pidana dalam urusan Ishomuddin ini, tegakkan hukum yang proporsional,” ujar Amir.
Tuntutan lain, rektor IAIN diminta segera mengambil tindakan atas apa yang telah dilakukan Ishom. Yakni dengan memecatnya dari segala urusan di IAIN Raden Intan. “Selambat-lambatnya 3 x 24 jam dari pernyataan sikap ini. Bila tidak, kami akan menggelar aksi damai mendatangi gedung rektorat IAIN,” tegas Amir.
Sebagai bentuk kritik, dalam aksi tersebut, massa mengumpulkan sejumlah uang receh. Melalui penggalangan koin itu, massa hendak menggambarkan sosok Ishom yang sedang mengemis uang recehan tanpa memandang dampak buruk yang akan muncul.
Terpisah, Radar Lampung kemarin mencoba menemui Ishom di kediamannya di kawasan Wayhalim, Bandarlampung. Suasana rumah itu seolah tidak terjadi apa-apa. Tak ada kerumunan, tidak ada pula penjagaan ketat oleh aparat kepolisian.
Namun, kabar yang beredar, polisi menempatkan anggota berpakaian preman untuk mengawasi rumah yang berada tepat di persimpangan tersebut.Nama Ishom sepertinya tidak begitu dikenal warga setempat. Namun demikian, ada beberapa warga yang mengaku tahu dengan sosok Ishom meski tidak mengenalnya secara dekat.
“Orangnya agak tertutup. Mungkin karena dia jarang berada di rumah. Dan status dia di rumah itu sebatas mengontrak,” ujar warga sekitar yang enggan disebut namanya.Pengakuan kurang dekat dengan warga sekitar datang dari pribadi Ishom. “Warga jarang kenal saya mungkin karena saya sering bertugas ke Jakarta,” jawab Ishom kepada Radar Lampung di teras rumahnya.
Meski terlihat santai, dia mengaku belakangan mendapat sejumlah teror. “Kalau teror mah cukup banyak. Ada yang melalui SMS, ada pula yang melalui Whatsapp. Tetapi tidak sampai melakukan perusakan ke rumah,” katanya. Bahkan, kata dia, siang kemarin sempat ada seorang wanita yang datang ke rumah hanya untuk menghujatnya.
“Dia meminta saya untuk segera bertobat. Tapi saya katakan padanya berhati-hatilah dalam berbicara. Setelah saya jelaskan beberapa hal, dia bisa tenang, lalu pulang,” ujarnya.Menyikapi tuntutan massa, dia mengaku tidak terlalu memusingkannya. “Silakan saja mereka mau berbicara apa. Saya pun siap atas segala konsekuensi. Saya pun mempersilakan perwakilan aksi untuk datang ke rumah. Yang penting jangan anarkis dan berbicara baik-baik,” katanya.

*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram