Sejumlah Kerajaan atau Kesultanan Muncul pada saat dirasakan Kerjaan Islam Demak mulai melemah sementara aktivitas dakwah adalah suatu aktivitas yang tidak boleh terhenti, maka berdirilah sejumlah Kerajaan atau Kesultanan dan mungkin dengan menggunakan istilah lain yang tujuannya tak lain adalah melanjutkan dakwah ke seantero Nusantara untuk melanjutkan dakwah Islam sebagai cita cita utama berdirinya Kerajaan Demak. Sejumlah Kesultanan berhasil melaksanakan visi dan misinya, tetapi ada juga yang gagal atau kurang berhasil, dan belakangan ada yang berusaha membelokkan image terhadap Kesultana Kesultanan Islam itu sebagai Kesultanan Penjajah, barangkali pemikiran pemikiran yang akan dikembangkan adalah dalam rangka memberikan gambaran buruk terhadap Kesultanan Islam, dan salah satunya adalah dalam kontek Bantren dan Lampung yang mereka gambarkan Kesultanan Banten Sebagai Penjajah dan dan Lampung sebagai wilayah terjajah. Banyak penulis belakangan yang mengutip secara tidak kritis, padahal yang dikutipnya sengaja menyembunyikan maksud dan tujuan demi keuntungan
tulisan orientalis
Thursday, July 7, 2016
Saturday, June 25, 2016
TITO
NAMA Tangga Buntung selama sepekan terakhir ini begitu akrab terdengar di telinga anak bangsa di negeri ini. Tangga Buntung adalah kampung halaman Muhammad Tito Karnavian, calon tunggal kapolri pilihan Presiden Joko Widodo.
Ada banyak nama tangga di Kota Palembang, di antaranya Tangga Panjang, Tangga Raja, dan Tangga Buntung. Masa kecil Tito banyak dihabiskan di Tangga Buntung, 36 Ilir, sebuah daerah yang dulu dikenal tempat preman bersembunyi.
Kini, daerah itu disulap menjadi destinasi wisata terkenal. Terkenal karena terdapat situs Kerajaan Sriwijaya, tenun songket, tempat kuliner pempek dan kerupuk kemplang, serta dermaga–tempat dilepasnya lomba perahu bidar pada setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus.
Sunday, April 24, 2016
Gitar Tunggal Tradisional Lampung, Pelajaran Dari Robeca.
Tak banyak yang tahu sebeleumnya bahwa di Universitas Lampung ada Mahasiswi asal America Robbeca namanya, jika saja tak ada festiuval Gitar Tunggal Lampung yang berakhir tanggal 17 April yang lalu. Pada malam final itu Rabecca muncul memtik gitar tunggal Lampung di dampingi seorang Ibu menyanyikan lagu Lampung sehingga pentilan gitar tangan halus Robecca menjadi lengkap untuk mengundang decak kagum penonton. Tak kurang dari seorang Kapolda Lampung Ike Edwin yang juga salah satu pewaris tahta kerajaan adat Paksi Pak Sekala Brak, berkomentar, kita jangan kalah sama cewek bule dan nenek itu katanya, menmgajak hadirin untuk meningkatkan apresiasi terhadap budaya Lampung, tampa memiliki apresiasi yang memadai tentu saja bidaya ini akan punah.
Subscribe to:
Posts (Atom)

