Saturday, December 17, 2016

BERAS SIGER, MENJADI IKON LAMPUNG


BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Pemerintah Provinsi Lampung menggenjot sosialisasi beras Siger untuk dikonsumsi masyarakat Bumi Ruwa Jurai. Beras yang terbuat dari singkong ini memiliki kandungan karbohidrat tinggi, seperti beras biasa lainnya.
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengapresiasi pengembangan pengolahan singkong menjadi beras. Produk yang disebut beras Siger ini sangat potensial dikembangkan menjadi komoditas unggulan asal Lampung.
Ridho menuturkan, Lampung memang dicanangkan pemerintah pusat sebagai penyangga ketahanan pangan DKI.
Karena itu, pemerintah pusat menggulirkan program bidang pertanian, seperti pembangunan dua waduk sebagai sarana irigasi, di Lampung.
Apa langkah Pemprov Lampung agar beras inovasi Lampung ini bisa menjadi produk nasional dan bisa dikonsumsi masyarakat luas? Baca berita selengkapnya di Koran Tribun Lampung hari ini, Jumat.

Saturday, October 22, 2016

Presiden Jokowi Jangan Lemah Dan Jangan Tunduk Kepada Pengusaha Hitam

Belajar kepada kejatuhan Kerajaan yang sempat muncul di Indonesia semisal Kesultanan Banten. Kesultanan Banten yang sempat mencapai puncak tamaddun dalam membangun akhirnya tak berdaya setelah berteman dengan para pengusaha hitam yang sekaligus penjajah. Maka Presiden Jokowi kita harapkan mampu setidaknya membuktikan sedikit saja dari janjijanji yang setinggi langit dengan harapan tidak mendekatkan diri kepada para pengusaha hitam, baik dalam dan apalagi luar negeri, karena akan membuat bangsa dan rakyat ini menderita berkepanjangan manakala pimpinanya akrab dan apalagi tunduk kepada pengusaha am itu. Sekali lagi jangan.

Sekali saja pejabat kita mau menerima dan menggunakan uang dari para pengusaha hitam itu, maka jangan harap anda akan mampu melaksakana tugas Kepresidenan dengan baik, dan berjalan maju kedepan. Bisa dipastikan kepemimpinan pejabat yang terhutangi oleh mereka pasti akan berjalan mundur, tidak sempat membangun untuk kepentingan bangsa, melainkan pembangunan lebih diperuntukkan bagi kepentingan pengusaha hitam. Seperti pengalaman Kerajaan Kerajaan Di Indonesia tempo dahulu.

Thursday, July 14, 2016

Puncak Tamaddun Kesultana Islam Banten

Juga dari catatan Hasan Muarif Ambari Arkeolog Senior Indonesia, bahwa sebagai Kesultanan Islam Banten sebagaimana sebuah Kesultanan lainnya yang sama sama memiliki visi dan missi  dengan dasar keislaman maka Kesultanan Islam Banten juga pernah mencapai puncak tamaddun pada abad XVI - XVII Kesultanan Islam Banten melah berhasil membangun persahabatan dan memperkenalkan Islam kepada masyarakat Lampung dan bahkan banyak berhasil mengislamkan masyarakat Lampung di berbagai daerah. Dan bahkan mendorong Lampung membangun semangat keislaman dengan mengembangkan falsafah Piil Pesenggiri, seperti kita ketahui bahwa falsafah itu semula hanya bernama Piil dan setelah mereka mengenal Islam ditambahkan dengan kata Pesenggiri yang artinya perlombaan atau persaingan.

Memasuki Abad Ke XIX nampaknya bangsa penjajah sudah menemukan kelemahan Kesultana Islam Banten, dan dalam waktu yang bersamaan  Benten dipimpin oleh Sultan Sultan yang lemah, dan dalam waktu yang bersamaan pula, pihak pihak yang menginginkan kejatuhan Benten atau setidaknya ingin mengembil keuntungan dari kelemahan Kesultanan Islam Banten mendorong terjadinya banyak kejahatan, huru hara dan dilengkapi pula oleh bencana alam sertra tersebarnya penyakit dan Kesultanan nampak mulai tak berdaya menghadapi permasalahan internal Kesultana, bencanma alam dan gerakan gerakan yang dilancarkan oleg bangsa penjajah. Pada saat itulah Kesultanan Islam Banten oleh sedikit penulis memberikan kesan seolah olah Kesultanan Islam Banten adalah sebagai Bangsa penjajah.