Thursday, December 1, 2011

Rusuh Antarkampung, 37 Rumah Dirusak

MOTOR DIBAKAR. Sebuah sepeda motor warga Dusun Sukajaya, Desa Margacatur, Kecamatan Kalianda, hangus terbakar usai diserbu warga yang diduga dari Desa Sidomakmur, Way Panji, Lampung Selatan, Selasa (29-11), pukul 11.00. Kerusuhan itu membuat 9 rumah terbakar dan 37 rumah lainnya rusak.



KALIANDA (Lampost): Kerusuhan antarkampung meledak di Lampung Selatan, Selasa (29-11) siang. Sebanyak 37 rumah rusak dan 9 di antaranya ludes terbakar akibat amuk massa yang menuntut balas kematian pelajar SMP yang ditusuk tak jauh dari arena organ tunggal.

Perusakan rumah diduga dilakukan sekelompok massa dari Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan. Mereka menyerbu dan membakar puluhan rumah di Dusun Sukajaya, Desa Margocatur, Kecamatan Kalianda, Selasa (29-11), sekitar pukul 11.00.

Kerusuhan bermula ketika Wayan Anggi (15), pelajar kelas VIII SMP, warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji, tewas akibat tusukan senjata tajam usai menonton organ tunggal di Dusun Sukajaya, Desa Margocatur, Jumat (25-11) malam.

Keterangan yang dihimpun Lampung Post menyebutkan saat itu Wayan Anggi bersama temannya mengendarai sepeda motor hendak kembali ke rumah usai menonton organ tunggal. Tak jauh dari lokasi hiburan, sepeda motor yang ditumpangi korban menyenggol sekelompok pemuda yang pesta minum keras di pinggir jalan.

Korban meminta maaf, tapi tidak digubris, malah mendapat bogem mentah dari sekelompok pemuda tersebut. Korban ditusuk senjata tajam dan mengenai dada depan. "Wayan dilarikan ke RSUDAM Bandar Lampung. Namun dua hari kemudian, korban meninggal dunia," kata Nyoman, warga RT 11 Desa Sidomakmur, Way Panji, Selasa (29-11).

Kematian Wayan membuat suasana memanas. Berbagai informasi beredar, antara lain menyebutkan warga Desa Sidomakmur dibantu warga Desa Balinuraga dan Bali Agung, Kecamatan Palas, akan menyerbu tempat korban ditusuk. Informasi itu membuat jajaran Polres Lamsel dibantu Kodim 0421/Lamsel berjaga di sekitar Desa Margocatur sejak Senin (28-11).

Namun, hingga Selasa (29-11) pagi tak ada penyerangan. Tanpa diduga, kemarin, segerombolan massa yang menumpang 15 sepeda motor merangsek ke Dusun Sukajaya, Desa Margocatur. Sebagian berjalan kaki melalui jalan tikus. Massa yang menyimpan dendam itu pun mengamuk, membakar, dan merusak rumah warga di sekitar lokasi tempat hiburan organ tunggal tersebut.

Akibatnya, 9 rumah ludes terbakar dan 37 rumah lainnya rusak. Setelah insiden tersebut satu peleton Brimob dan satu peleton Samapta Polda Lampung diterjunkan ke Desa Margocatur, sekitar pukul 14.00.

Bupati Mediasi

Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza S.Z.P, Kapolres Lamsel AKBP Harri Muharram Firmansyah, dan Dandim 0421/Lamsel Letkol Gustia Wardana, kemarin berupaya memediasi penyelesaian konflik yang nyaris menjurus ke suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tersebut.

Kepala Desa Margocatur, Desa Canggu, dan Taji Malela diundang bersama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Pargali Lamsel.

Bupati Lamsel berjanji membantu korban pertikaian. "Kami akan membantu biaya pemakaman korban dan membantu membangun rumah yang terbakar bersama warga Desa Sidomakmur," kata Rycko.

Bupati meminta tokoh masyarakat dari dua belah pihak mengedepankan persatuan, sebab kepentingan golongan tidak akan menyelesaikan masalah.

Kapolda Lampung Brigjen Pol. Jodie Rooseto menginstruksikan jajarannya menjaga kedua dusun, desa, dan memberikan rasa aman agar tidak terjadi bentrok lagi. "Pelaku harus ditindak tegas," kata dia.

Di depan Bupati, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengatakan kedua warga yang bentrok itu berjanji tidak akan saling serang, dan kerusakan dibantu oleh Pemkab Lamsel. (KRI/U-1)

tiser: Kami akan membantu biaya pemakaman korban dan membantu membangun rumah yang terbakar bersama warga Desa Sidomakmur.

No comments:

Post a Comment