Saturday, October 22, 2016

Presiden Jokowi Jangan Lemah Dan Jangan Tunduk Kepada Pengusaha Hitam

Belajar kepada kejatuhan Kerajaan yang sempat muncul di Indonesia semisal Kesultanan Banten. Kesultanan Banten yang sempat mencapai puncak tamaddun dalam membangun akhirnya tak berdaya setelah berteman dengan para pengusaha hitam yang sekaligus penjajah. Maka Presiden Jokowi kita harapkan mampu setidaknya membuktikan sedikit saja dari janjijanji yang setinggi langit dengan harapan tidak mendekatkan diri kepada para pengusaha hitam, baik dalam dan apalagi luar negeri, karena akan membuat bangsa dan rakyat ini menderita berkepanjangan manakala pimpinanya akrab dan apalagi tunduk kepada pengusaha am itu. Sekali lagi jangan.

Sekali saja pejabat kita mau menerima dan menggunakan uang dari para pengusaha hitam itu, maka jangan harap anda akan mampu melaksakana tugas Kepresidenan dengan baik, dan berjalan maju kedepan. Bisa dipastikan kepemimpinan pejabat yang terhutangi oleh mereka pasti akan berjalan mundur, tidak sempat membangun untuk kepentingan bangsa, melainkan pembangunan lebih diperuntukkan bagi kepentingan pengusaha hitam. Seperti pengalaman Kerajaan Kerajaan Di Indonesia tempo dahulu.

Thursday, July 14, 2016

Puncak Tamaddun Kesultana Islam Banten

Juga dari catatan Hasan Muarif Ambari Arkeolog Senior Indonesia, bahwa sebagai Kesultanan Islam Banten sebagaimana sebuah Kesultanan lainnya yang sama sama memiliki visi dan missi  dengan dasar keislaman maka Kesultanan Islam Banten juga pernah mencapai puncak tamaddun pada abad XVI - XVII Kesultanan Islam Banten melah berhasil membangun persahabatan dan memperkenalkan Islam kepada masyarakat Lampung dan bahkan banyak berhasil mengislamkan masyarakat Lampung di berbagai daerah. Dan bahkan mendorong Lampung membangun semangat keislaman dengan mengembangkan falsafah Piil Pesenggiri, seperti kita ketahui bahwa falsafah itu semula hanya bernama Piil dan setelah mereka mengenal Islam ditambahkan dengan kata Pesenggiri yang artinya perlombaan atau persaingan.

Memasuki Abad Ke XIX nampaknya bangsa penjajah sudah menemukan kelemahan Kesultana Islam Banten, dan dalam waktu yang bersamaan  Benten dipimpin oleh Sultan Sultan yang lemah, dan dalam waktu yang bersamaan pula, pihak pihak yang menginginkan kejatuhan Benten atau setidaknya ingin mengembil keuntungan dari kelemahan Kesultanan Islam Banten mendorong terjadinya banyak kejahatan, huru hara dan dilengkapi pula oleh bencana alam sertra tersebarnya penyakit dan Kesultanan nampak mulai tak berdaya menghadapi permasalahan internal Kesultana, bencanma alam dan gerakan gerakan yang dilancarkan oleg bangsa penjajah. Pada saat itulah Kesultanan Islam Banten oleh sedikit penulis memberikan kesan seolah olah Kesultanan Islam Banten adalah sebagai Bangsa penjajah.

Sunday, July 10, 2016

Aktivitas Dakwah Kesultanan Banten

Hasan Muarif  Ambari sebagai arkeolog kenamaan di Indonesia setidaknya menuliskan bahwa aktivitas dakwah Kesultanan Banten pernah mengalami keberhasilan dakwahnya secara mengesankan, sebelum pada perkembangan berikutnya Kesultanan Banten banyak diterpa prahara, banyak kejahatan, huru hara dan semacamnya seperti layaknya manakala terjadi guncangan terhadap kursi kekuasaan yang pada saat itu memimpin, yang perkembangan lanjut Banten benar benar dipimpin oleh raja yang lemah, seperti apa yang diinginkan oleh para pihak yang ingin menguasai potensi ekonomi Banten dan sahabat sahabatnya, Lampung sebagai sahabat, yang kebetulan memiliki lahan subur itu banyak dijadikan lahan tembak bagi para pihak yang berhasil menguasai perekonomian Banten.  Pelabuihan Banten adalah saksi bisu akan dominasi pihak penguasa ekonomi terhadap pihak Kesultanan yang sejatinya mulai lumpuh itu. Dan reduplah aktivitas dakwah di Kesultanan Islam Banten.

Banyak orang yang hanya tertarik untuk menuliskan Kesultanan Banten pada saat keislaman redup ditangan beberapa orang Sultan yang lemah. Ibarat contoh seperti para penulis pemerhati sejarah pemberontakan PKI hanya menuliskan sejarah mulai dari tanggal  2 Oktober 1965 yang sudah barang tentu saja maka PKI yang sebenarnya pemberontak itu oleh mereka justeru dicatat sebagai kurban kejahatan politik yang dilakukan oleh Pemerintah, karena mulau periode itu terjadi penumpasan PKI besar besaran yang berlanjut pada pembubaran PKI secara resmi. Tentu saja generasi mda yang membaca penggalan sejarah pemberontakan PKI marah besar kepada Pemerintah.