Kamis, 28 Agustus 2014

Pulau Kiluan Akan Dijual ?



Pulau Kiluan, demikian nama pulau kecil itu. Banyak yang sudah berkunjung ke sana, lebih banyak lagi sudah pernah mendengar namanya disebut, tetapi lebih lama lagi yang belum pernah berkunjung ke sana dan lebih banyak lagi yang belum mendengar nama pulau itu, padahal demikian besarnya potenmsi pariwisata di teluk dan pulau itu.
Kini pulau itu semakin populer ketika terbeti kabar bahwa pulau itu telah ditawarkan untuk di jual atau disewa. 

Sabtu, 21 Juni 2014

Inilah ‘Kabinet’ Gubernur Ridho Ficardo


BANDARLAMPUNG (Lampost.co): Dua pekan setelah dilantik menjadi gubernur Lampung, Ridho Ficardo pada Selasa (17/6) melakukan mutasi dan promosi sejumlah jabatan. Sejumlah nama kepala satuan kerja era Gubernur Sjachroedin Z.P. tetap menjabat namun di posisi yang berbeda.
Berikut adalah nama pejabat eselon II yang dilantik, Selasa (17/6):
No. Nama Jabatan Baru
1. Fahrizal Darminto; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
2. Sumiati Somad; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
3. Ferinia; Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan
4. Choiriyah Pandarita; Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan
5. Herwansyah; Asisten I Bidang Pemerintahan
6. Fitter Syahboedin; Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat
7. Adeham; Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan
8. Ellya Muchtar; Asisten IV Bidang Administrasi Umum
9. Budi Darmawan; Kepala Dinas Bina Marga
10. Ali Rahman; Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup
11. Albar Hasan Tanjung; Kepala Dinas Perhubungan
12. Edarwan; Kepala Badan Perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung di Jakarta
13. Prihartono G. Zain; Kepala Dinas Pertambangan dan Energi
14. Piterdono; Kepala Dinas Pendapatan Daerah
15. Dewi Budi Utami; Kepala Badan Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak
16. Toni L. Tobing; Kepala Dinas Perkebunan
17. Satria Alam; Kepala Dinas Sosial
18. Theresia Sormin; Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah
19. Heri Suliyanto; Kepala Dinas Pendidikan
20.Yudha Setiawan; Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa
21. Heri Joko Subandrio; Direktur Umum RSUAM
22. Tauhidi; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
23. Robinsyah; Kepala Dinas Pengairan dan Pemukiman
24. Sutoto; Sekretaris DPRD Lampung
25. Sobri; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
26. Wan Ruslan; Kepala Biro Keuangan
27. Gulivar; Dirut Keuangan RSUAM
28. Yudi Hermanto; Kepala Biro Tata Pemerintahan
29. Gunawan Triadi; Kepala Biro Aset dan Perlengkapan
30. Ali Subaidi; Kepala Biro Organisasi Daerah
31. Rahmat; Kepala biro Mental dan Spiritual
32. Zainal Abidin; Kepala Biro Administrasi Pembangunan
33. Ilyas Hayani Muda; Kepala Biro Bina Sosial
34. Zulfikar; Kepala Biro Hukum
35. Fahrizal; Kepala Biro Perekonomian
36. Chandri; Kepala biro Otonomi Daerah Lampung
(*)

Senin, 14 April 2014

Gubernur Lampung Luncurkan Buku Di Alkhir Pengabdian


GUBERNUR Lampung Sjachroedin ZP meluncurkan buku "Merampungkan Tugas Sejarah" Memoar Komjen Pol (Purn) Drs Sjachroedin ZP SH Satu Dekade Memimpin Pembangunan Lampung (2004-2014), karangan Zulfikar Fuad, sekaligus tanda berakhir masa jabatannya pada 2 Juni 2014 nanti.

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menunjukkan buku biografi
"Merampungkan Tugas Sejarah" karangan Zulfikar Fuad yang
diluncurkan di Hotel Novotel Bandarlampung, Senin (17/3) malam.
(FOTO: ANTARA LAMPUNG/Kristian Ali).
Gubernur Sjachroedin ZP, di Hotel Novotel Bandarlampung, Senin (17/3) malam, mengaku pada awalnya tidak mau untuk dibuatkan sebuah buku, namun ada penulis dari Jakarta yang menawarkan sehingga akhirnya dia menyetujuinya serta mempersilakan mencari bahannya sendiri hingga dicetaklah buku ini.

Melihat Sejarah Lampung Dari Satu Sisi

Oleh Udo Z. Karzi

Dengan gaya tuturan langsung, akan sangat terlihat bagaimana kekhasan Sjachroedin berbicara: apa adanya, tanpa tedeng aling-aling, dan terkadang meledak-ledak. Cukup memadai untuk memahami karakter Oedin, terutama selama memimpin Lampung.

Data buku:
Merampungkan Tugas Sejarah: Memoar Komjen
Pol. (Purn.) Drs. H. Sjachroedin Z.P., S.H.
Satu Dekade Memimpin Pembangunan Lampung
(2004- 2014)

Zulfikar Fuad
Alifes Inc.-by PT Media Kisah Hidup, Jakarta
I, Januari 2014
xvi + 292 hlm.
MEMBACA, mendengar, dan menyaksikan sendiri sepak terjang seorang Sjachroedin selama satu dasawarsa memimpin Lampung memang terasa menggetarkan. Ya, memang butuh orang yang luar biasa dalam memimpin provinsi ujung pulau ini. Wajar jika ada ujaran yang menyebutkan, "Kalau bukan Bang Oedin..." Sungguh tak terbayang bagaimana jadinya Lampung.

Menjelang habisnya masa jabatannya, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. memberikan kenangan indah bagi masyarakat berupa sebuah memoar: Merampungkan Tugas Sejarah, Memoar Komjen Pol. (Purn.) Drs. H. Sjachroedin Z.P., S.H. Satu Dekade Memimpin Pembangunan Lampung (2004-2014).

Memoar ini ditulis Zulfikar Fuad, seorang penulis kisah hidup yang berpengalaman menulis biografi berbagai tokoh, seperti Susilo Bambang Yudhoyono, B.J. Habibie, Andi Achmad Sampurnajaya, dan Abdurrachman Sarbini.

Ini memang bukan buku pertama tentang Sjachroedin. Sebelumnya, Demimu Lampungku, Padamu Bhaktiku, Untukmu Indonesiaku yang ditulis Harun Muda Indrajaya dkk. dan Inspirator Tanpa Kultus (2013) karya Hesma Eryani. Boleh dibilang ini buku ketiga mengenai Sjachroedin.

Namun, berbeda dengan dua buku sebelumnya yang menggunakan pendekatan biografis dengan sudut pandang orang ketiga (dia, Sjachroedin), Merampungkan Tugas Sejarah ditulis dengan pendekatan memoar dengan sudut pandang orang pertama (saya).

Minggu, 23 Maret 2014

Menjaga Muruah Budaya Lampung

Oleh Prof. Dr. Sudjarwo

SEBAGAI orang yang hidup, besar, dan—kalau boleh minta—mati di Lampung, ada semacam kebanggaan tersendiri jadi warga daerah ini. Perasaan keindonesiaan dari hari ke hari memang tumbuh tersemai dengan pupuk keanekaragaman suku bangsa dan keanekaragaman budaya. Ini menjadi semacam penanda yang khas di daerah ini.

Sebagai nomenklatur keindonesiaan, pelan tetapi pasti, melalui instrumen budaya terus berproses. Akulturasi, amalgamasi, perlahan terus maju menyeruak ke jantung Lampung dalam arti budaya. Benar adanya, jika ada korban terpinggirkan, tetapi tetap harus diakui pelestarian, paling tidak pada tata nilai, tetap terus diperjuangkan.

Rabu, 26 Februari 2014

[Fokus] Gunungsari, Kampung Tua Bandar Lampung


Oleh Meza Swastika

Tak bisa dipungkiri, Gunungsari menjadi denyut nadi utama Bandar Lampung sejak 1950-an. Ia sebagai pusat perekonomian dan daerah transit karena stasiun dan terminal berada di situ.

Permukiman Kelurahan Gunungsari
MANDALAWANGI, bus ukuran tiga perempat itu berhenti di salah satu sudut Pasar Tengah. Serombongan pemuda langsung berlari ke arah penumpang yang turun dari bus engkel itu. Beberapa di antara mereka terlihat menarik barang-barang bawaan milik penumpang.

Buku "Mengapa Kita Berkonflik?" Masuk Perpustakaan Leiden



BUKU terbitan Indepth Publishing "Mengapa Kita Berkonflik?" yang ditulis para akademisi, peneliti, jurnalis, pemuka agama, dan aktivis LSM di Lampung, sudah masuk dan dapat dibaca di Perpustakaan KITLV Leiden Belanda.

Managing Director Indepth Publishing Tri Purna Jaya di Bandarlampung, Rabu (12/2), mengatakan bahwa pihaknya berusaha mendistribusikan buku-buku terbitan Indepth ke perpustakaan-perpustakaan ternama di dunia.


"Selain ke KILTV Leiden di Belanda, kami juga meminta bantuan penulis-penulis yang tengah menempuh studi di luar negeri agar dapat memasukan buku-buku itu ke perpustakaan di tempat mereka menempuh studi, seperti di Jepang, Prancis, Malaysia, dan berbagai negara lainnya," katanya.