Sunday, May 9, 2010

UBAH METODE BELAJAR BAHASA LAMPUNG

MUATAN LOKAL

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Metode pembelajaran bahasa Lampung sudah saatnya diubah, dari hanya mempelajari aksara kepada aktif berbahasa.

"Saat ini terjadi degradasi minat belajar berbahasa Lampung pada generasi muda. Pendekatan yang kita lakukan masih tergolong klasikal konvensional," kata Kepala UPTD Museum Lampung Pulung Swandaru pada Seminar Pendidikan Melestarikan Bahasa dan Budaya Lampung, di Balai Keratun Pemerintah Provinsi Lampung, Minggu (9-5).

Seharusnya untuk melestarikan bahasa Lampung dari kepunahan adalah mengajarkan siswa berbahasa, bertutur kata dalam bahasa Lampung. Bukan sekadar belajar aksara semata.

"Kita memerlukan guru atau tenaga pengajar bahasa Lampung yang dinamis dan kreatif. Memiliki tarian kekinian, memiliki strategi baru, cara belajar baru kepada siswa," kata Pulung.

Tarian kekinian, artinya sang guru tidak monoton dalam mempersiapkan bahan ajar maupun metode mengajar. Di era sekarang banyak metode belajar baru yang dapat diterapkan, metode yang menyenangkan dan mendorong siswa bersikap antusias.

Sedangkan untuk melestarikan budaya Lampung secara keseluruhan, Pulung menilai museum merupakan salah satu wahana penting mengenal kearifan budaya masa lampau.

Keterangan : Sumber Lampost 10 Juni 2010

1 comment:

  1. saya setuju kalau metode pembelajaran bahasa lampung sedikit ada perubahan. dimana di sekolah para siswa saat belajar mata pelajaran muatan lokal (bahasa lampung) diharapkan selain belajar aksara lampung tetapi bahasa yang digunakan saat belajar adalah bahasa lampung.selain itu
    tenaga pengajar atau guru mata pelajaran memiliki kretifitas atau strategi baru dalam mengajar, seperti mengajarkan suatu tarian daerah lampung, atau kerajinan tangan khas lampung seperti tapis.sehingga siswa itu akan merasa senang belajar dan lebih antusias.
    selain itu masih banyak lagi cara yaitu seperti yang diungkapkan oleh kepala UPTD Museum Lampung dimana museum lampung di jadikan sebagai wahana penting mengenal kearifan budaya masa lampau. dimana siswa diajak untuk melihat peninggalan-peninggalan budaya masa lampau yang ada di museum lampung.

    ReplyDelete