15 MEI 2022 yang lalu bener benar kenangan yang sangat indah. Keindahan panorma Teluk Kenyo dengan lafar belakang tanah pebukitan yang ijo royoroyu. Sebuah danau kecil disebut Teluk Kenyo itu terletak di tengahj tengah perkebunan sawit milik rakyat, membuat kami betah duduk duduk saling berpandangan. Suasana teduh itu membuat hati ini senang dengan seneka melupakan harga sawit yang tak berdaya dinaikkan harganya. Kami mlupakan sejenak ketika Negeri tercinta ini sebagai penghasil sawit terbesar tetapi secara aneh bin nyata kami ketiadaan minya goreng, minyak goreng langka sehingga Emak Emak terpaksa antrian sekedar untuk membeli minyak goreng kebutuhan sehari hari. Karena Pemeritah kami dengan berat hati harus takluk kepada Aligarki yang berdiri sombong berkacak pinggang, Negara kami mereka kuasai secara huina.
Kami terhibur ditengah rintihan duka nestapa dalam ketidak berdayaan mengantisipasi keinginan oligarki dengan segala kecongkaannya. Saya, Alpian, Sunari dan Kasyati teman sekelas lulusan SDN 1 Pagelaran tahun 1968, kami lulus pada saat Indonesia berhasil melepaskan diri dari Penghianatan Komunis kesekian kalinya. Dengan segala kepapaan kami disaat kami Pensiun Negeri ini kembali sesng merasa kepedihan hidup, itu berhasil kami lupakan, sejenak kami melupakan kesusahan itu dengan reuni di teluk Kenyp Pasiukir Pagelaran Kabupaten Pringsewu.Tidak terlalu banyak kata dan canda kami lontarkan, tetapi kamisang dalam bertukar pandang, lamat lamat terucap doa untuk para sahabat semoga disisa usia kita yang tak muda lagi ini semoga saja kita tidak didera dengan kesedihan kesusahan, kami tak tahu akan sampai kapan kami bisa bertahan hidup dan kembali menghadiri reunian yang diselenggarakan kawan kawan se alumni ini.
Pada saat itulah Saudara kami seangkan Suhrowardi telah meninggal dunia.