Sunday, January 2, 2011

INI ERA MILIK PREMAN.


Keributan di Jabung Lampung Timur, Keributan di Wirabangun Pematang Panggang Mesuji dan terakhir keributan di Nambahdadi Terbanggi Besar, selain amuk massa, ada pembakaran rumah dan bahkan pembunuhan. Tersentak kita dibuatnya, serasa tak percaya, tetapi inilah kenyataan itu. Kalau kita telisik sebuah keributan, maka dapat dipastikan ada preman hadir di situ. Dan jangan terkejut bila menemukan preman juga aktif berperan dalam keributan yang berbau sara, dan agama sekalipun.

Saya jadi teringat akan kampung halaman nun jauh di sana yang telah lama kutinggalkan.
Sewaktu aku masih kecil, di desa ku itu setiap kali menjelang peringantan Kemerdekaan 17 Agustus, yang sangat kita kramatkan itu, selalu saja diselenggarakan pertandingan sepakbola antar desa. Aku heran, setiap kali diselenggarakan pertandingan selalu saja akan terjadi keributan, keributan itu mulai dari lapangan antar tim pemain, lalu menjalar ke supporter dan penonton.

Di babak babak penyisihan, biasanya semua berjalan lancar, tetapi semakin mendekat ke final suasanapun semakin panas, dan puncak puncaknya tentu saja adalah ketika diselenggarakan pertandingan grand final. Hanya itu yang ku tahu dari desaku.

Setelah temanku bercerita ketika ia menjadi anggota Tim desanya untuk bertanding bola, ia mengatakan : seorang anggota tim yang berhasil menjebol gawang lawan, terpaksa lari tunggang langgang karena dikejar massa. Massa itu tidak terima gawang tim kesayangannya dijebol lawan. Untung teman itu berhasil menyelinap di rumah seoranmg tokoh masyarakat, dan tuan rumah bersegera menutup pintu rapat rapat, dan pengejarpun kehilangan jejak. Namun sempat berteriak teriak mengancam sambil menggoreskan golok tajam ke bambo pagar, yang melahirkan suara benturan monoton. Tetapi kitapun akan faham kalau itu suara parang.

Kendati setiap kali diselenggarakan pertandingan selalu saja terjadi keributan, tetapi acara itu setiap tahun dapat dikatakan pasti diselenggarakan. Memang perkelahian missal itu selalu saja dapat diselesaikan secara damai dan bahkan di malam resepsi pembagian hadiah, mereka mereka yang terlibat huru hara itu bernyanyi bergantian dipanggung hiburan.

Kalau di desaku semudah itu terjadi perkelahian, dan semudah itu juga terjalin perdamaian. Karena berkelahi dan berdamai di desa ku itu sangat tergantung kepada pimpinan masing masing, ketika pimpinan atau orang yang dihormati, atau orang yang berpengaruh mendorong untuk berkelahi, maka dalam waktu singkat perkelahian itu terjadi, tetapi ketika ada perintah diam dan damai, maka mendadak sontak masing masing melupakan baku pukul yang barusan dilakukan, sekalipun sekujur badan masih terasa nyeri nyeri.

Pemimpin riil pada sebuah komunitas, belum tentu sebagai pimpinan lembaga, organisasi atau komunitas adat. Bisa jadi orang yang paling berpengaruh adalah mereka mereka yang berada di luar struktur secara kelembagaan. Tetapi mereka memiliki tingkat komunikasi yang sangat efektif dengan massa, selain rajin berkomunikasi, mereka juga pandai merespon aspirasi para preman muda.

Saya menjadi tersentak, setelah mendengar cerita langsung dari seorang sahabat yang pernah dikejar kejar massa akibat main bola. Ia menuturkan bahwa ada beberapa tokoh jagoan desa yang setiap kali diselenggarakan pertandingan, selalu saja mereka melakukan judi taruhan, atas skor skor pertandingan itu.

Mereka yang terlibat dalam judi taruhan itu tidak segan segan mengancam pemain pemain tertentu, manakala berani menyarangkan bola di gawang lawannya. Sementara lawan judi akan bersikap sebaliknya. Pemain berada di bawah tekanan, pemain yang idealis itu sering menjadi sasaran amuk massa.

Belajar dari desa kecil ku itu, maka kita akan menjadi mafhum, bahwa seringkali amuk massa itu bukan diakibatkan oleh sesuatu yang rasional, kadangkala yang dijadikan alas an untuk amuk massa itu sangat tidak masuk akal, terlalu sepele atau kadang kadang amuk massa hanya dipicu oleh sesuatu yang sangat tak layak dibela.

Tetapi manakala ada pihak pihak yang melihat adanya keuntungan dari sebuah pertikaian massal, maka iapun berusaha menciptakan perikaian itu. Kita juga akan diherankan oleh demikian pandainya para tokoh preman itu mempengaruhi pihak untuk menjadi komunitas pengikutnya. Tidaklah heran bila dalam pelaksanaan Pilkada para preman adalah pihak yang sangat dibutuhkan untuk dijadikan Tim Sukses.

No comments:

Post a Comment